Apa itu Webinar

Sementara media belajar webinar ditutup, diganti dengan belajar online melalui aplikasi Telegram. 

Lebih ekonomis dan ramah bagi peserta yang kesulitan mendapatkan sinyal internet kuat. 



Webinar?
Anda pernah ikut seminar? Di sana ada pembicara, moderator, peserta, slide presentasi, makanan kecil, hehe …
Nah, webinar itu singkatan dari web seminar. Jika seminar diselenggarakan di gedung, webinar digelar melalui web dengan video conference. Pembicara menyampaikan materi, menampilkan slide, dan berinteraksi dengan peserta melalui video dan sambungan internet. Tampilannya seperti ini:


Di layar webinar ada:
  • Layar presentasi dan white board
  • Pemateri yang berbicara.
  • Kotak chat tempat peserta bertanya dan saling sapa dengan teman. Rumpi!

Sebelum presentasi, mentor akan memberikan link untuk masuk ruang webinar. Ketika waktunya tiba, Anda tinggal mengklik link tersebut, menuliskan nama, dan menanti beberapa detik. Jika sambungan internet sedang ramah, Anda akan segera masuk ke ruang webinar dan bertemu dengan teman-teman yang lain. Anda bisa belajar sambil selonjor, memangku anak, menyusui, ngemil, hehe …

Webinar bisa diakses melalui komputer, laptop, netbook, tablet, bahkan telepon pintar. Namun demikian, Sekolah Perempuan menyarankan agar peserta menggunakan komputer/laptop/netbook agar agar fasilitasnya memadai. Ada kemungkinan beberapa software perlu diinstal, dan mentor Anda akan membantu. Tenang saja.
Anda terpaksa tidak bisa hadir di kelas? Tenang juga, ada rekaman yang bisa diakses kapan pun.

Masih belum kebayang?
Take it easy, seminggu sebelum masuk kelas, Anda akan dipandu untuk melakukan uji coba sampai bisa. Banyak ibu yang mengaku gaptek, eeh … setelah mencoba ternyata mudah saja.

Ini pengakuan mereka:
  • Sesuatu banget nget... apalagi saat pertama bisa gabung. Daaann ... ternyata, gak sulit yaa gabungnya. Aku memang lumayan gaptek, tapi kan aku dikelilingi pendoyan teknologi. Dan seterusnya...ya ya yaaa (Melati Hutagaol, SP-6)
  • Senang sekali bisa ikutan webinar. Pengalaman yang baru dan luar biasa. Berasa berada dalam kelas dan bisa berinteraksi secara personal dengan cikgu dan teman-teman. Bisa saling komentar tanpa menimbulkan keributan dalam kelas. Bisa juga melihat respon teman-teman lain dan juga ditanggapi oleh cikgu. Apalagi ada rekamannya sehingga bisa diputar ulang jika ada yang terlewat.. (Ida Nur Laila, SP-6)
  • Sempet ragu apakah bisa mengikuti langkah-langkahnya untukjoin webinar. Ternyata mudah, yakin bisa, maka chit chat deh di webinar ;-) (Suci Shofia, SP-6)
  • SESUATU... apalagi bagi ibu rumah tangga yang gaptek seperti saya hehe.
    Tapi dengan prinsip pantang menyerah, klik sana sini, akhirnya dapat masuk kelas juga. Yang tadinya gaptek jadi meltek. Dengan webinar belajar jadi lebih asyik. Yang jauh terasa dekat, yang dekat merapat, mantappp (Febrina Haryani, SP-6)
  • Berawal dari rasa ragu belajar online via webinar. Masa iya sih belajar online, emang bisa gitu? Ahirnya saya tanya Mbah Gugel apa itu webinar … Awalnya saya pikir sama seperti skype, ternyata ada yang membedakan. Kita bisa angkat tangan kalau mau bicara, bisa ngerumpi sama teman-teman, ada whiteboard-nya, kamera, dsb. Semua seperti di kelas. Hanya saja di kelas maya. Hayyooo … jangan ragu (Ana I'anah Ana, SP-7)
  • Belajar menulis via webinar Sekolah Perempuan ternyata mudah, komunikatif, dan aplikatif. Walau tak bertemu langsung, para mentornya mampu memberi semangat untuk belajar, belajar, dan belajar. (Sasi Indudewi, SP-7)
  • Pertama kali dengar webinar langsung penasaran pengen tau, apa sih webinar itu, koq kedengarannya waahh banget gitu yaaa?
    Ternyata, setelah mengikuti jadi ketagihan. Ini salah satu cara belajar yang keren, santai tapi mengena pada sasaran. Terutama buat kita emak-emak (tapi demen disebut girl), hehehe. Memang kudu memperhatikan jaringan internet, inetnya gak mendukung, yaaa... rempong deh...
    Tapi eiiitt... tidak juga sihh. Soalnya ada rekaman koq yang bisa diputar ulang, jadi gak ada alesan bilang ketinggalan materi, kecuali emang gak mau masuk kelas, hihihi.
    Belajarnya seruuu … serasa seperti dalam kelas beneran. Bisa ngomong langsung sama cik gu (tinggal colek aja), bisa kedip-jedipan sama teman sekelas. Pokoke lebih seru daripada chat biasa, karena materi pelajaran juga disajikan lewat slide, lalu cik gu menerangkan.
    Pokoknya mantaap dah... Kalau mau lebih detil, ikut aja yuuuk, biar merasakan sensasi serunya #kedip (Ida Sulawati-SP-7)
  • Awalnya ragu karena takut penipuan. Selama ini banyak kan penipuan dengna segala cara. Tapi karena pengen dari dulu ikut sekolah model nulis begini, akhirnya gabung ikut. Ternyata banyak ilmu baru yang bikin semangat buat nulis. Keraguan terhapus sudah. Fasilitas webinar mewakili banget layaknya kayak di kelas offline, seru banget deh pokoknya (Ristin Lia, SP-7)
  • Ini adalah webinar pertama yang aku ikuti. Kami dipandu oleh para mentor lewat grup Facebook. Dibagikan kepada kami link pintu masuk webinar yang akan menjadi ruang kelas maya bagi kami para peserta. Deg-degannya sama persis ketika pertama kali masuk kelas kuliah semester pertama. Penuh tanda tanya, dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bermodalkan link yang sudah dibagikan, nekat aja klak-klik klak- klik apa yang tertera disitu. Hasilnya waaah ternyata menakjubkan. Seperti bocah yang mendapat mainan baru, sangat mengasyikkan.
    Keasyikan pertama adalah, webinar dapat disambi ngeloni anak, dan kadang-kadang sampai ketiduran tapi para mentor tidak tahu. Hihihi ... maaf cikgu. Kedua, kalaupun tidak sempat mengikuti ada rekaman yang dapat dilihat kapan pun kita sempat. Ketiga, asyik sekali pada waktu berada dalam ruang kelas maya tersebut kita dipanggil namanya oleh mentor, rasanya benar-benar seperti nyata bertatap muka. Keempat, kita pun dapat chatting atau bercakap-cakap dengan tulisan baik dengan mentor maupun teman satu kelas. Kelima, kita tidak perlu jauh-jauh berangkat sekolah untuk dapat menyerap ilmu dari para mentornya, cukup hanya dengan tiduran di kasur kamar kita dengan jaringan internet yang mengudara.
    Akhirnya, setelah mengalami sendiri apa itu webinar, hilang semua keraguan yang pernah ada, bahkan tergantikan dengan pengalaman luar biasa dapat belajar dengan cara baru yang cocok untuk kita para ibu. Terima kasih Sekolah Perempuan yang sudah mengenalkan kami apa itu webinar. Bahkan suami sempat bertanya ada gak peserta Bapak-bapaknya? Hahaha ... ngiri dia ternyata. (Malikhah Nur Laili, SP-6) Cerita seru lengkap, klik blog Malikhah